Showing posts with label Motivasi Kehidupan. Show all posts
Showing posts with label Motivasi Kehidupan. Show all posts

Tuesday, 1 September 2015

Berbagi Melalui Blogging



Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya. Anda tentu setuju dengan hal itu. Bermanfaat bagi orang lain bukanlah usaha kita untuk membeli tiket ke surga. Akan tetapi merupakan kewajiban bagi setiap manusia yang hidup di dunia ini. Banyak hal yang bermanfaat yang dapat kita share dan bagikan kepada orang lain. Salah satu caranya adalah dengan kegiatan blogging.

Sedikit ilmu, pengalaman, aneka tips dan pengetahuan dapat kita share melalui blogging. Akan lebih baik lagi jika Anda melakukan kegiatan blogging dengan perasaan ikhlas dan gembira. Jangan terlalu membuat kegiatan ini serius, cukup kita nikmati saja. Caranya ?
Ada 3 prinsip yang dapat Anda terapkan dalam kegiatan blogging, yaitu Listen, Look and Write.

                        1. Listen
Dengarkanlah suara-suara di sekitar Anda. Banyak hal yang patut Anda dengarkan dan renungkan, baik itu fakta, kebohongan, keunikan peristiwa dan lain sebagainya  yang dapat Anda jadikan bahan penulisan dalam blog Anda. Dengan banyak mendengar dan memilah informasi yang masuk, maka Anda juga akan terbiasa berpikir kritis untuk membedakan mana yang bersifat fakta dan mana yang berupa hoax belaka.






2. Look
Coba lihatlah secara visual apa yang terjadi di sekeliling Anda. Lihat pula secara visual apa yang ditayangkan berbagai media elektronik, membaca media cetak maupun media sosial yang banyak beredar. Dengan demikian, semakin lengkap dan sempurna-lah data yang Anda miliki dalam membuat sebuah artikel atau tulisan dalam blog yang akan Anda tulis.


                                     
                                                3. Write.
Setelah Anda banyak mendengar dan melihat, maka langkah selanjutnya adalah menulis. Tulislah fakta yang Anda dengar dan Anda lihat, serta jujurlah dalam menguraikan dalam tulisan blog Anda. Niatkan kegiatan blogging sebagai upaya Anda untuk membagikan ilmu yang bermanfaat bagi sesama. Lakukan dengan senang hati agar kegiatan tersebut menjadi ringan dan tak membebani hidup Anda.






Asyiknya blogging adalah tidak ada ikatan waktu bagi Anda untuk mengerjakannya. Tidak ada patokan kapan Anda harus menulis dalam blog. Anda dapat melakukannya setelah menyelesaikan pekerjaan atau pada waktu-waktu senggang Anda. Cukup dengan meluangkan waktu Anda sekitar 15 sampai 30 menit setiap hari, Anda bisa melakukan kegiatan yang juga mengasah otak ini.

Happy blogging ...




Kisah Sekawanan Domba




Tersebutlah sekawanan kelompok domba yang hidup bebas di sebuah padang rumput. Mereka selalu berkelompok dalam mencari makanan, dan selalu tidur bersama dalam sebuah gua. Mereka selalu hidup rukun dan bersatu untuk mempertahankan koloninya dari serangan hewan pemangsa.

Pada suatu hari, datanglah musim dingin yang sangat ekstrem. Banyak hewan-hewan mati karena suhu yang tak tertahankan. Sekumpulan domba tersebut memutuskan tidur dengan saling merapatkan tubuh mereka di dalam gua. Dengan cara ini, suhu tubuh para domba menjadi hangat dan mereka tetap dapat bertahan hidup.

Masalah mulai timbul, saat sekawanan domba tersebut tidur berhimpitan, beberapa ekor domba mulai mendengkur dalam tidurnya. Suara dengkuran yang keras, tentu sangat mengganggu domba-domba yang lain. Akhirnya, setelah beberapa saat, mereka memutuskan untuk saling menjaga jarak. Akibatnya hawa dingin ekstrim mulai terasa dan para domba terancam beku dan mati.
Jadi, mereka harus memutuskan: menerima gangguan dengkuran teman-temannya atau mereka mati.

Dengan bijaksana, akhirnya mereka memutuskan bersatu. Mereka belajar hidup bekerja sama, saling merapatkan tubuh untuk mendapatkan kehangatan, meski harus terganggu dengan kelakuan beberapa temannya. Hanya dengan cara inilah mereka selamat dari hawa dingin yang ekstrim.


Pesan Moral:
Pertemanan dan hubungan yang baik adalah bukan pertemanan yang membangun hubungan selalu menguntungkan bagi setiap individu. Kadang kita harus menerima kekurangan-kekurangan orang lain dan tetap bertahan dalam hubungan kelompok tersebut demi mendapatkan kehangatan hidup. Hanya dengan cara inilah kita semua dapat bertahan, walaupun dalam situasi paling ekstrim sekalipun.

Bagaimana pendapat Anda ?

Monday, 31 August 2015

Kisah Anak Kecil dan Permen




Dikisahkan, ada seorang anak balita yang ditinggal bekerja orang tuanya. Si balita ditaruh dalam boks bayi dan diberikan se-toples permen lolypop untuk teman bermainnya. Sementara sang ibu sibuk melayani pembeli di warung sembako yang terletak di depan rumah.
Lama-kelamaan si balita tertarik untuk mengambil sebatang permen lolypop dari dalam stoples. Karena tak memahami cara mengambil lolypop, tangan si balita tersangkut  di mulut stoples karena ia memegang batang lolypop secara melintang. Berkali-kali ia mencoba mengeluarkan tangannya dari stoples, tapi tak pernah berhasil karena ia tetap menggenggam batang lolypop secara melintang. Karena kuatnya keinginan untuk mendapatkan lolypop, si balita tak mau melepaskan genggamannya. Alhasil ia tak pernah berhasil mengeluarkan tangan dari stoples tersebut, sampai sang ibu datang untuk membantunya.


Renungan dari kisah di atas adalah:

Sama dengan sifat si balita, kita kadang bersikap keras kepala jika sudah menginginkan sesuatu, padahal belum tentu yang kita inginkan tersebut akan mendatangkan kebaikan. Akan tetapi kita tetap ngotot untuk mendapatkannya, tak mau melepaskannya atau bahkan tak meikirkan opsi lain yang justru membawa banyak kebaikan bagi kita.

Andaikan, si balita mau melepaskan genggamannya dan mencoba menuangkan isi stoples tersebut, maka niscaya ia akan mendapatkan sebatang lolypop dengan mudah. Andaikan dalam meraih sesuatu yang kita inginkan, kita memikirkan opsi lain, mungkin kita bisa mendapatkannya tanpa banyak pengorbanan dan membuang waktu secara sia-sia.

Jadi, cobalah lepaskan genggaman tangan Anda, bukalah pikiran Anda dengan banyak kemungkinan dalam mencapai tujuan hidup Anda.




































Berbahagia Saat Bekerja



Bekerja yang akan membuat Anda berbahagia adalah bekerja yang tak selalu menjadikan penghasilan sebagai orieantasi. Jika pekerjaan yang Anda jalani mampu menyenangkan hati, maka pekerjaan tersebut akan memberikan kepuasan yang tak ternilai.

Sebaliknya, ketika Anda mengejar kesuksesan dengan hanya mengharapkan satu sisi material semata, tanpa ada dimensi spiritual di dalamnya, maka Anda hanya akan mengalami kehampaan dan kemiskinan jiwa. Hal ini sangat logis, karena jika Anda hanya mengejar kesuksesan duniawi, maka Anda akan selalu merasa tidak puas dengan apa yang telah Anda miliki. Jika dulu Anda menginginkan sebuah mobil bagus dan telah tercapai, selanjutnya Anda akan menginginkan sebuah rumah mewah. Setelah memiliki rumah mewah, Anda pasti menginginkan memiliki sebuah villa, dan begitu seterusnya.


 
Secara umum kesuksesan dibagi menjadi dua, yaitu:

1. Kesuksesan Material (Outter Success)

Sering disebut juga dengan kesuksesan duniawi. Kesuksesan jenis ini ditandai dengan kekayaan yang melimpah, karir yang cemerlang, jabatan tinggi, gelar akademik yang berderet-deret, popularitas, dan sebagainya. Kesuksesan jenis ini sudah pasti menyenangkan, tapi belum tentu mendatangkan kebahagiaan Anda


2. Kesuksesan Spiritual (Inner Success)

Sering disebut juga dengan kesuksesan batin. Kesuksesan jenis ini ditandai dengan adanya pemahaman yang lebih dalam akan makna sebuah kesuksesan. Kesuksesan spritual akan Anda dapatkan manakala visi dan misi yang Anda miliki telah sesuai dengan ajaran Tuhan Sang Pencipta Seluruh Alam. Karena kesuksesan yang sesungguhnya bukanlah pada prestasi dan kekayaan semata. Akan tetapi masih ada perjalanan sukses sejati yang menyentuh aspek rohaniyah manusia. Contoh paling mudah dari kesuksesan ini adalah seperti motto hidup Konosuke Matshushita, sang pemilik perusahaan raksasa Jepang "Matshushita", yang sekaligus menjadi motto bisnisnya: " Life isn't only for bread" (Hidup bukanlah sekedar untuk sepotong roti).

Aplikasi dari motto tersebut telah dipraktekkan sendiri oleh Matshushita. Walaupun ia memiliki kekayaan yang melimpah, tetapi gaya hidupnya tetap bersahaja dan jauh dari kemewahan.Sebagian kekayaannya ia sumbangkan untuk kepentingan kemanusiaan. Dan yang lebih penting lagi, Matshushita tidak pelit membagikan ilmunya kepada orang lain.

Saat Anda bekerja, pahamilah makna kehidupan ini. Untuk apa anda dikaruniai kehidupan, kemana tujuan Anda dalam kehidupan ini dan ke mana tujuan Anda setelah kehidupan. Satu hal yang tak dapat dibantahkan adalah bahwa seluruh harta dan kekayaan Anda akan lenyap suatu saat nanti. Dengan menyadari fakta ini, niscaya Anda akan memandang dunia bukan hanya dari sisi material saja, melainkan juga dari sisi spritual.

Dengan demikian, hidup Anda takkan mudah diombang-ambingkan oleh kemilau dan pesona duniawi yang melenakan, dan membuat Anda lalai dari nilai-nilai rohani yang menjadi pusat gravitasi jiwa dalam setiap langkah kehidupan. Bekerja yang seperti inilah yang akan membuat Anda bahagia, karena aka membimbing Anda pada jalan menuju Tuhan.

Bagaimana pendapat Anda ?














Saturday, 29 August 2015

Merawat Pikiran Positif




Ketika seseorang tak kunjung menggapai apa yang ia cita-citakan, maka pikiran yang timbul adalah kesedihan, frustasi dan bahkan amarah. Terkadang ia lupa ada Dzat Yang Maha Tinggi yang bekerja dalam hidupnya untuk mengatur semua urusan di masa lampau, masa kini dan masa yang akan datang.

Menyadari bahwa Sesuatu akan Datang pada Masa yang Telah Ditentukan

Mungkin anda sering bertanya: "Kenapa hal-hal yang kuinginkan tidak segera terwujud dalam hidupku ?". Maka Anda juga akan menanyakan kenapa justru Anda berada di tempat yang tidak Anda sukai. Kenapa orang lain yang memperoleh kedudukan dan kesempatan yang lebih baik, dan seterusnya.
Jawaban dari berbagai pertanyaan tersebut adalah: Anda ditempatkan dalam posisi sekarang, untuk disiapkan kepada kebaikan yang lebih besar. Dengan cara berpikir positif seperti ini, maka niscaya Anda akan lebih bahagia dalam menjalani hidup.
Menyadari bahwa segala sesuatu akan datang pada masa yang telah ditentukan, berarti menyadari bahwa ada proses yang harus Anda lalui untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. 


Proses Hidup Anda Saat ini Penting untuk Kehidupan Anda di Masa yang akan Datang

Umumnya seorang remaja ingin segera menyelam ke dasar kolam sebelum belajar berenang. Ia mengabaikan proses pembelajaran dan pendewasaan mental sebelum mengarungi dasar kehidupan. Dengan pola pikir seperti itu, maka yang terjadi adalah ketidak puasan dalam memandang kehidupan yang telah ia miliki. 
Sama dengan diri Anda, ketika merasa belum puas dengan apa yang Anda miliki saat ini. Pertanyaannya adalah: Apakah Anda benar-benar telah siap menjalani kehidupan seperti yang Anda angan-angankan selama ini ?


Merawat Pikiran Positif dalam Kehidupan

Dengan senantiasa berpikir positif bahwa segala sesuatu yang Anda  inginkan akan datang pada waktu yang telah ditentukan, akan membuat hidup Anda tenang dan damai. Memang hal ini tidaklah mudah, saat kita "terlalu lama" menunggu. Akan tetapi, jika Anda membiasakan diri Anda bertindak seolah-olah menerima prinsip ini, maka Anda akan dapat mengumpulkan kekuatan dan keberanian dalam menjalani hidup Anda.

Ibarat karbon yang telah terpendam ratusan tahun dan telah berubah menjadi permata, maka demikianlah Anda dibentuk oleh proses kehidupan yang menjadikan Anda seperti sekarang ini. Anda harus selalu merawat pikiran positif Anda dengan kesadaran bahwa tidak ada sesuatu yang terjadi di alam semesta ini tanpa kehendak dan se-ijin Tuhan Yang Maha Segalanya. Tidak ada yang terjadi secara kebetulan. Setiap diri kita akan melewati jalan yang telah digariskan-Nya.

Bagaimana menurut pendapat Anda ?

















Friday, 28 August 2015

Mencari Kekayaan Hati







Bagi orang bijak, kepemilikan harta benda dan jabatan adalah sekedar titipan dari Tuhan Yang Maha Esa. Semua adalah milik-Nya semata. Mereka akan selalu ingat bahwa harta benda dan segala kenikmatan di dunia ini akan lenyap pada saatnya nanti, karena sifat dunia ini yang fana dan tak ada yang langgeng.

Itulah kenapa Anda selalu diingatkan bahwa kekayaan Anda janganlah dinikmati sendiri. "Luberkanlah"  rejeki Anda kepada tetangga kanan-kiri yang membutuhkan. Ibaratnya, Anda diminta menanam biji-bijian yang terhanyut arus sungai. Anda tak perlu memikirkan apakah biji itu akan tumbuh, tumbuhnya di mana dan kapan biji itu akan tumbuh. Anda harus berani beramal untuk "bekal" jangka panjang.

Faktanya adalah jika Anda hanya menggunakan harta untuk kesenangan pribadi dan tak membagikannya dengan orang lain, maka manfaat harta itu tidak akan bertambah, selain pasti akan habis juga. Seperti kata orang bijak bahwa sumur yang tak pernah dibagikan airnya akan keruh dan menjadi sarang penyakit. Akan tetapi ketika umur tersebut banyak ditimba oleh orang lain, air sumur justru menjadi jernih dan  bahkan tak pernah berkurang.

Dari uraian di atas, jelaslah bahwa kekayaan yang sesungguhnya adalah kekayaan yang membawa manfaat  bagi sesama. Alangkah indahnya jika kekayaan harta benda dapat diimbangi dengan kekayaan hati. Intinya adalah: pemahaman Anda terhadap harta benda sebagai alat atau sarana mencukupi kebutuhan hidup. Harta benda tidak untuk didewakan. Walaupun harta benda dapat menghasilkan kesenangan dan kebahagiaan, tapi jika tidak dipergunakan secara bijak, justru akan menjadi masalah dalam hidup Anda.

Bagaimana pendapat Anda ?








Wednesday, 26 August 2015

APAKAH ITU BAHAGIA ?






Seorang filsuf ditanya oleh muridnya:
"Apakah bahagia itu menurut Anda ?"
Jawab sang filsuf:
"Bahagia adalah ketika aku sudah merasa cukup dengan karunia Tuhan"
Kata sang murid:
"Bukankah semua  orang juga mengetahuinya ?"
Jawab sang filsuf:
"Betul, semua orang tahu. tapi tidak semua orang bisa merasakannya".

Sahabat,
Seperti apa yang ditanyakan sang murid filsuf di atas, begitu pula yang sering menjadi pertanyaan kita, manakala kita belum merasakan apa itu bahagia. Lalu dengan bijak sang filsuf memberikan kesimpulan: Bahwa kita selalu mencari kebahagiaan, tapi tidak bisa merasakan bahwa kita telah hidup di dalamnya. Kita selalu mencari rahmat Tuhan, tapi tidak bisa merasakan bahwa kita selalu hidup dalam limpahan karunia Tuhan. Perilaku kita mirip seperti kisah seekor anak ikan yang selalu bertanya kepada induknya apa itu "air", padahal setiap hari ia hidup di dalamnya.

Sahabat, 
Menerima dengan ikhlas apa yang telah dikaruniakan Tuhan kepada kita adalah inti dari kebahagiaan. Karena kebahagiaan sesungguhnya adalah ketika kita tak lagi memerlukan apa-apa. Kita telah merasa cukup, dan karenanya kita dapat menerima keindahan dalam hidup kita.
Untuk jelasnya, saya akan coba ilustrasikan melalui sebuah cerita berukut ini:

Seorang peternak sapi yang memiliki sebidang lahan rumput yang luas mengeluhkan tumbuhnya rumput jarum di lahan rumputnya. Tumbuhan tersebut tumbuh sangat banyak di lahan rumputnya. Berkali-kali ia mencoba memusnahkan tumbuhan tersebut. Tetapi setiap kali itu pula rumput jarum tumbuh lagi. Berbagai teknik telah ia coba untuk menghilangkan tumbuhan tersebut, tapi tetap saja ia tumbuh lagi.
Akhirnya ia mengirimkan surat kepada petugas pemberantas hama tanaman, lengkap dengan usaha-usaha yang telah ia lakukan untuk menghilangkan rumput jarum. Surat tersebut ia akhiri dengan pertanyaan: "Apalagi yang harus saya lakukan ?"
Seminggu kemudian, ia menerima balasan dari petugas pemberantas hama tanaman, yang isinya: "Belajarlah Anda mencintai rumput jarum".

Sahabat, 
seperti peternak itulah, seringkali kita bersikap. Tanaman rumput jarum kita anggap masalah. Padahal ia tumbuh apa adanya. Maka bunga mawar sekalipun, kita anggap masalah ketika kita tertusuk durinya. Niscaya sebongkah batu kita anggap masalah, ketika kita tersandung olehnya.
Jadi,
Pahamilah bahwa keberadaan mereka adalah apa adanya. Pikiran kita lah yang mempersepsikan adanya masalah tersebut. Maka dengan kita menerima semua karunia Tuhan, maka hidup kita akan bahagia.
Ijinkan saya menutup artikel ini dengan ucapan syukur kepada Tuhan:
"Tuhan, terma kasihku kepada-Mu, untuk udara yang gratis ini, jantung dan paru-paru tanpa sewa, darah yang selalu mengalir tanpa harus menyewa alat pompa, mata yang sempurna tanpa alat bantu, dan kakiku yang kuat untuk berjalan tanpa bantuan kursi roda."











Menciptakan Lingkungan Bahagia di Tempat Kerja







Bagi setiap orang, apapun profesinya, pasti menginginkan kebahagiaan di lingkungan kerjanya. Dengan situasi yang menyenangkan, bisa dipastikan kita dapat mengerjakan seluruh tugas dan pekerjaan secara optimal. Apalagi jika ditunjang dengan passion masing-masing pekerja/karyawan yang sesuai dengan bidang pekerjaan yang ditekuni.

Masalahnya adalah: di tempat kita bekerja, kita akan menemukan berbagai kepentingan individu yang kadang tidak seiring dan sejalan. Ditambah lagi suasana berkompetisi dan saling ingin menonjolkan diri di tempat bekerja.  Lalu apa yang sebaiknya kita lakukan ?


Berikut 5 Tips Menciptakan Kebahagiaan di Lingkungan Kerja:


1. Selalu menjaga etika dan memahami posisi diri

Dimanapun Anda bertugas atau bekerja, pahamilah bahwa Anda selalu berada di tengah-tengah masyarakat dan lingkungan kerja Anda. Artinya, apapun yang Anda lakukan pasti berdampak juga pada orang lain. Inilah pentingnya Anda menjaga etika dan norma-norma yang berlaku di lingkungan sekitar Anda. Jika Anda dan kolega-kolega Anda saling menjaga etika dalam bekerja dan sadar akan posisi masing-masing, maka bisa dipastikan tercipta lingkungan kerja yang membahagiakan.


2. Memahami tugas dan tanggung jawab pada saat memimpin

Artinya bersikaplah bijaksana ketika Anda berada dalam posisi pimpinan di tempat Anda bekerja. Bersikaplah obyektif terhadap bawahan yang Anda pimpin. Contoh sederhananya, ketika Anda memimpin rapat, cobalah untuk bersabar mendengarkan pendapat staf-staf Anda sebelum mengambil keputusan.

3. Memahami tugas dan tanggung jawab pada saat menjadi bawahan

Artinya bersikaplah sebagaimana bawahan yang taat pada pimpinan, sepanjang masih dalam koridor pkerjaan dan tidak bertentangan dengan peraturan hukum yang berlaku. Sangat penting untuk menghargai pimpinan sebagai pihak yang berwenang mengambil keputusan.


4. Senantiasa menjaga hubungan baik dengan sesama rekan kerja

Dengan senantiasa menjaga hubungan baik dengan sesama rekan kerja, itu artinya kita berinvestasi untuk meraih dukungan dalam bekerja. Semakin banyak kita mendapatkan dukungan, semakin mudah kita meraih kesuksesan dalam bekerja.

5. Senantiasa ikhlas dan jujur dalam bekerja

Dengan sikap ikhlas dan jujur dalam bekerja, maka akan secara otomatis tumbuh rasa bahagia pada diri Anda dalam menjalankan pekerjaan Anda. Apapun profesinya.












Monday, 24 August 2015

Meraih Kesuksesan dan Kebahagiaan





Menurut hasil penelitian Dr. Raymond Pearl dari John Hopkins University, Amerika Serikat, ditemukan fakta bahwa seseorang yang bekerja di bidang pekerjaan atau bisnis yang sesuai adalah faktor penting yang mendukung orang tersebut berumur panjang.
Raymond menemukan fakta bahwa orang yang bekerja di bidang pekerjaan yang sesuai dengan diri orang itu akan merasa bahagia. Mereka tidak mudah menagalami kecemasan, stres, penyesalan dan kekecewa.


Selain fakta tersebut di atas, berikut Tips Menjadi Sukses dan Bahagia untuk Anda:


1. Penghasilan yang layak berkorelasi dengan kebahagiaan

Walaupun banyak pihak yang berpendapat bahwa kebahagiaan itu tidak ditentukan dari penghasilan
yang besar, akan tetapi faktanya seseorang tidak dapat mendapatkan ketenangan dalam hidup tanpa adanya kemampuan finansial yang cukup.


2. Jangan pernah kehabisan waktu untuk keluarga

Sesibuk apapun Anda jangan pernah kehilangan waktu untuk keluarga. Adalah wajar ketika saat ini kompetisi dalam usaha dan karir yang begitu ketat, membuat jadwal kerja Anda semakin padat. Ditambah lagi jika Anda merasa tidak nyaman dengan lingkungan kerja, maka betapa frustasinya Anda jika dalam situasi demikian.
Akan tetapi, pengalaman empiris menunjukkan bahwa orang yang telah kehilangan waktu untuk keluarga berarti telah kehilangan kebahagiaan dalam hidupnya.


3. Seimbangkan pengaturan waktu Anda

 Pernahkah Anda kehilangan mood dan konsentrasi dalam bekerja ? Jika jawaban Anda "Iya", bisa
jadi keseimbangan pembagian waktu Anda kurang sempurna. Akibat pengaturan waktu yang tidak baik, maka keharmonisan rumah tangga, sosialisasi dengan lingkungan sekitar dan kehangatan dalam persahabatan antar teman akan terganggu. Ini akan menimbulkan kegelisahan dan kelelahan yang lebih berat, sehingga Anda tidak bahagia.




 4. Ciptakan rasa bahagia Anda sendiri

Upaya terbaik dalam menciptakan kebahagiaan adalah menghadirkan rasa bahagia dalam hidup Anda sendiri. Lakukanlah yang terbaik dalam pekerjaan atau bisnis Anda. Tetaplah melandasi hidup dengan keyakinan dan keikhlasan. Niscaya Anda akan merasa bahagia.


5. Selalu menyerahkan hasil akhir kepada Tuhan

Setelah semua upaya di atas ditempuh, maka serahkanlah hasil akhirnya kepada Tuhan Yang Maha Esa sambil terus berharap akan pertolongan dan petunjuk-Nya.

Semoga Bermanfaat, .....................